MOTIVASI BELAJAR

Motivasi belajar terdiri dari dua kata yakni motivasi dan belajar. Motivasi berarti serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu sehigga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu. Bila dia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu. Sedangkan belajar berarti proses melahirkan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan.
A. Tinjauan tentang Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi
2. Macam-macam Motivasi
3. Fungsi Motivasi dalam Belajar
4. Kebutuhan dan Teori tentang Motivasi
5. Bentuk-bentuk Motivasi di Sekolah

A. Tinjauan tentang Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi
Kata ‘motif’ diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Berawal dari kata ‘motif’ itu, maka ‘motivasi’ dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak.
Motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi kuat akan memiliki banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.
Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya ‘feeling’ dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Dari pengertian yang dikemukakan Mc. Donald ini mengandung tiga elemen penting, antara lain:
a. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam system ‘neurophysiological’ yang ada pada organisme manusia. Karena menyangkut perubahan energi manusia, penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.
b. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa ‘feeling’ efeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
c. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi, yakni tujuan.
2. Macam-macam Motivasi
Mengenai macam atau jenis motivasi ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, antara lain:
a. Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya
a) Motif-motif bawaan
Adalah motif yang dibawa sejak lahir dan tanpa dipelajari, contoh: dorongan untuk makan minum, bekerja, beristirahat, seksual (motif biologis atau physiological drives).
b) Motif-motif yang dipelajari
Adalah motif yang timbul karena dipelajari, contoh: dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan, dorongan untuk mengajar sesuatu di dalam masyarakat (motif social atau affiliative needs).
Dalam hal ini, Frandsen menambahkan beberapa motif, yakni:
a) Cognitive motives
Motif ini menunjukkan gejala intrinsic, yakni menyangkut kepuasan individual. Kepuasan individual yang berada di dalam diri manusia dan biasanya berwujud proses dan produk mental.
b) Self-expression
Penampilan diri adalah sebagian dari perilaku manusia, aktualisasi diri dalam diri seseorang sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan kreativitas diri.
c) Self-enhancement
Melalui aktualisasi diri dan pengembangan kompetensi akan meningkatkan kemajuan diri seseorang. Kemajuan diri menjadi salah satu keinginan bagi setiap individu. Dalam belajar dapat diciptakan suasana kompetensi yang sehat bagi anak didik untuk mencapai suatu prestasi.
b. Jenis motivasi menurut pembagian dari Woodworth dan Marquis
a) Motif atau kebutuhan organis, meliputi: kebutuhan untuk minum, makan, bernafas, seksual dan beristirahat.
b) Motif darurat, meliputi: dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas dan untuk berusaha. Dorongan ini timbul karena ada rangsangan dari luar.
c) Motif objektif, meliputi: kebutuhan melakukan eksplorasi, melakukan manipulasi, untuk menaruh minat.
c. Motivasi jasmaniah dan rohaniah
Dalam hal ini beberapa ahli membagi menjadi motivasi menjadi dua jenis, yakni jasmaniah dan rohaniah. Motivasi jasmaniah seperti refleks, insting otomatis, nafsu. Sedangkan motivasi rohaniah seperti kemauan.
d. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik
Motivasi intrinsic adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu, contoh: siswa rajin belajar karena alasan ingin mendapatkan nilai baik, menambah pengetahuan, dapat merubah tingkah laku secara konstruktif. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar, contoh: seorang siswa yang akan menghadapi ujian sekolah berusaha belajar keras agar mendapatkan nilai baik dan dipuji oleh orang sekitarnya. Ini merupakan bentuk motivasi yang didalamnya aktivitas belajar dimuali dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar.
3. Fungsi Motivasi dalam Belajar
Dalam belajar diperlukan adanya motivasi (motivation is an essensial condition of learning). Hasil belajar akan menjadi optimal jika ada motivasi dalam kegiatan belajar. Makin tepat motivasi yang diberikan, makin berhasil pula kegiatan pembelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa.
Sehubungan dengan kegiatan pembelajaran, maka terdapat tiga fungsi motivasi, antara lain:
a. Mendorong manusia untuk berbuat, sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi untuk melakukan kegiatan yang akan dikerjakan.
b. Menentukan arah perbuatan kea rah tujuan yang hendak dicapai.
c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan apa yang harus dilakukan sesuai dengan tujuan dan menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat yang tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
4. Kebutuhan dan Teori tentang Motivasi
Memberikan motivasi kepada siswa berarti menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu. Pada tahap awalnya akan menyebabkan siswa merasa ada kebutuhan dan ingin melakukan sesuatu kegiatan belajar.
Menurut Morgan, manusia hidup dengan memiliki berbagai kebutuhan, antara lain:
a. Kebutuhan untuk berbuat sesuatu dalam aktivitas, melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak dan disertai rasa gembira akan berdampak hasil yang baik. Oleh karena itu, dalam kegiatan belajar akan mendapatkan hasil yang baik jika disertai dengan rasa gembira.
b. Kebutuhan untuk menyenangkan orang lain, melakukan sesuatu untuk menyenangkan orang lain. Harga diri seseorang dapat dinilai dari berhasil tidaknya usaha memberikan kesenangan pada orang lain. Hal ini sudah barang tentu merupakan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri bagi orang yang melakukan kegiatan tersebut. Misalnya seorang anak belajar dengan rajin agar mendapatkan nilai baik, maka dengan begitu orangtuanya akan merasa senang dan bangga pada dirinya.
c. Kebutuhan untuk mencapai hasil, suatu kegiatan belajar akan berhasil dengan baik jika disertai dengan pujian. Aspek pujian ini merupakan dorongan bagi seseorang untuk bekerja dan belajar dengan giat. Misalnya dalam melakukan kegiatan, orangtua hendaknya memberikan kesempatan kepada anaknya untuk melakukan sesuatu dengan hasil yang optimal, sehingga ada sense of success. Kegiatan itu berawal dari sesuatu yang mudah atau sederhana dan bertahap menuju sesuatu yang semakin sulit atau kompleks. Dalam hal ini diperlukan pujian (reinforcement).
d. Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan, segala kesulitan dan hambatan menimbulkan rasa rendah diri tetapi hal ini menjadi dorongan untuk mencari kompensasi dengan usaha yang tekun sehingga mampu mencapai kesuksesan.
Kebutuhan manusia akan selalu berubah-ubah. Begitu juga motivasi yang berkaitan dengan kebutuhan tentu akan berubah-ubah juga karena bersifat dinamis. Dari fenomena tersebut, maka muncullah teori motivasi.
Teori tentang motivasi ini lahir dan awal perkembangannya ada dikalangan para psikolog. Menurut ahli ilmu jiwa dijelaskan bahwa dalam motivasi terdapat sebuah hierarki, maksudnya dalam hal motivasi ini terdapat beberapa tingkatan berkenaan dengan kebutuhan, antara lain:
a. Kebutuhan fisiologis, seperti lapar, haus, istirahat.
b. Kebutuhan keamanan, seperti aman dari rasa takut dan cemas.
c. Kebutuhan cinta kasih, seperti rasa diterima dalam suatu golongan atau lingkup masyarakat.
d. Kebutuhan untuk mewujudkan diri sendiri, seperti mengembangkan bakat dengan usaha mencapai hasil dalambidang pengetahuan, social, pembentukan pribadi.
Ada pula teori-teori yang berkenaan dengan motivasi dan kebutuhan, yakni:
a. Teori insting
Menurut teori ini, tindakan setiap diri manusia diasumsikan seperti tingkah jenis binatang. Tindakan manusia selalu terkait dengan insting atau pembawaan. Dalam memberikan respons terhadap adanya kebutuhan seolah-olah tanpa dipelajari. Tokoh dari teori ini adalah Mc. Dougall.
b. Teori fisiologis
Teori ini disebut juga dengan Behaviour Theories. Menurut teori ini, semua tindakan manusia itu berakar pada usaha memenuhi kepuasan dan kebutuhan organic atau kebutuhan primer, seperti kebutuhan makan, minum, udara yang diperlukan untuk kepentingan tubuh seseorang. Dari teori ini muncul perjuangan hidup, perjuangan untuk mempertahankan hidup (struggle for survival).
c. Teori psikoanalitik
Teori ini mirip dengan teori insting, tetapi lebih menekankan diri pada unsur-unsur kejiwaan yang ada pada diri manusia, bahwa setiap tindakan manusia muncul dari adanya unsur pribadi manusia yakni id dan ego. Tokoh dari teori ini adalah Freud.
Motivasi yang ada pada diri setiap orang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a) Tekun menghadapi tugas
b) Ulet menghadapi kesulitan
c) Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah
d) Lebih senang bekerja mandiri
e) Cepat bosan pada tugas-tugas rutin
f) Dapat mempertahankan pendapatnya
g) Tidak mudah melepas sesuatu yang sudah diyakininya
h) Senang mendari dan memecahkan masalah
5. Bentuk-bentuk Motivasi di Sekolah
Di dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik intrinsic maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Dengan motivasi, siswa dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar.
Dalam kaitannya dengan hal tersebut diatas, guru harus benar-benar mampu memberikan motivasi bagi kegiatan belajar dengan baik dan sesuai. Berikut ini beberapa cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah:
a. Memberikan angka
Angka dalam hal ini sebagai symbol dari nilai kegiatan belajar siswa. Hampir seluruh seseorang yang melakukan kegiatan belajar meninginkan nilai yang baik sebagai rasa kepuasan atas jerih payahnya dalam melakukan kegiatan pembelajaran.
b. Memberikan hadiah
Hadiah mampu membangkitkan motivasi, namun pemberian hadiah harus sesuai dengan keadaan dan bakat siswa.

c. Saingan atau kompetisi
Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Persaingan secara individual maupun kelompok mampu memacu siswa untuk meningkatkan prestasinya.
d. Ego-involvement
Dalam rangka menumbuhkan kesadaran diri pada siswa agar merasa bahwa tugas merupakan tantangan untuk bekerja keras adalah bentuk penanaman dalam mempertahankan harga diri. Ini sangat penting secara psikologi siswa itu sendiri demi menumbuhkan rasa harga diri dan tanggungjawab atas tugas yang di embannya.
e. Memberikan ulangan
Ulangan juga merupakan bentuk motivasi yang sering kali dengan keadaan sadar siswa pasti akan melakukan usaha untuk belajar keras agar mampu menjawab soal-soal ulangan dengan baik dan berharap akan memperoleh nilai yang baik pula.
f. Mengetahui hasil
Dengan mengetahui hasil belajar mereka, siswa yang mendapatkan nilai atau hasil belajar rendah pasti akan berusaha meperbaikinya dan yang mendapatkan nilai atau hasil belajar tinggi juga pasti akan bangga dan berusaha mempertahankan hasil belajarnya, dan bagi siswa yang memperoleh hasil belajar tetap (tidak ada perubahan) maka siswa tersebut akan berusaha untuk meningkatkan belajarnya agar mendapat hasil yang memuaskan. Ini merupakan bentuk motivasi yang efektif.
g. Memberikan pujian (reinforcement)
Pujian merupakan bentuk motivasi yang baik untuk memberikan penghargaan bagi siswa yang telah melakukan usaha belajar keras dan mendapatkan hasil yang maksimal. Pemberian pujian harus benar-benar tepat dan membangun agar siswa termotivasi untuk belajar lebih giat lagi.
h. Hukuman (punishment)
Pemberian hukuman akan dirasa efektif dalam memotivasi siswa jika dilakukan oleh guru secara baik dan bijak. Yang terpenting hukuman tersebut bukan berupa hukuman yang menyakiti atau melukai. Point penting dari hukuman adalah memerikan efek jera dan tidak mengulangi kesalahan lagi.
i. Hasrat untuk belajar
Perangsangan hasrat belajar pada siswa diperlukan dengan tujuan agar siswa tersebut mampu melakukan kegiatan belajar dengan baik. Dengan demikian maka akan memperoleh hasil belajar sesuai dengan yang diinginkan.
j. Minat
Minat merupakan sesatu yang harus ada dan diadakan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Dengan memiliki minat belajar, maka siswa akan merasa bahwa belajar merupakan sebuah kebutuhan baginya. Dengan demikian, siswa mampu mengembangkan diri dalam belajarnya agar mampu mencapai hasil yang diinginkan.
k. Tujuan yang diakui
Mengenai tujuan belajar, sebelum melakukan kegiatan pembelajaran pasti siswa tahu maksud dan tujuan dari proses pembelajaran tersebut. Dalam hal ini guru harus mampu mengarahkan siswa untuk berpikir bahwa tujuan dari pembelajaran merupakan hasil yang harus dikejar karena mampu merubah hidupnya baik secara inteletual maupun psikologis.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: