HASIL BELAJAR

1. Pengertian Hasil Belajar

Untuk memperoleh pengertian yang objektif tentang hasil belajar, perlu dijabarkan secara jelas dari kata tersebut. Karena secara etimologi hasil belajar terdiri dari dua kata yakni hasil dan belajar.

Menurut kamus Bahasa Indonesia, hasil berarti sesuatu yang ada (terjadi) oleh suatu kerja, berhasil sukses.[1] Sementara menurut R. Gagne hasil dipandang sebagai kemampuan internal yang dimiliki seseorang setelah melakukan sesuatu.[2]

Sedangkan pengertian belajar adalah rangkaian kegiatan jiwa raga, psikofisik untuk menuju pada perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, baik dalam ranah kognitif, afektif maupun psikomotor.[3]

Istilah hasil belajar biasanya digunakan untuk menunjukkan suatu pencapaian atau keberhasilan dalam tujuan yang dibutuhkan suatu rencana atau strategi.

Sutratinah Tirtonegoro menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan hasil belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf atau symbol yang dapat mencerminkan hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam periode tertentu.[4]

Mengenai hasil belajar ini, Howard Kingsley membagi tiga macam hasil belajar, antara lain:[5]

  1. Keterampilan dan kebiasaan
  2. Pengetahuan dan pengertian
  3. Sikap dan cita-cita

Beberapa pakar menyebutkan beberapa jenis perilaku (sikap) sebagai hasil belajar, antara lain:[6]

  1. Lindgren (1968) menyebutkan bahwa isi pembelajaran terdiri atas:

a)      Kecakapan

b)      Informasi

c)      Pengertian

d)      Sikap

  1. Benyamin Bloom (1956) menyebutkan ada tiga kawasan perilaku sebagai hasil pembelajaran, yaitu:

a)      Kognitif

b)      Afektif

c)      Psikomotor

  1. R. M. Gagne (1957, 1977) mengemukakan bahwa hasil pembelajaran ialah berupa kecakapan manusiawi (human capabilities) yang meliputi:

a)      Informasi verbal

b)      Kecakapan intelektual

(a)    Diskriminasi

(b)   Konsep konkret

(c)    Aturan

(d)   Aturan yang lebih tinggi

c)      Strategi kognitif

d)      Sikap

e)      Kecakapan motorik

Dari pemaparan diatas, penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan yang terjadi akibat adanya sebuah proses pembelajaran yang mampu menghasilkan sebuah kecakapan dalam beberapa ranah yakni kognitif, afektif dan psikomotor.

  1. 1. Tipe-tipe Hasil Belajar

Mengenai tipe-tipe hasil belajar, terdapat tiga ranah hasil belajar, antara lain:

  1. Bidang kognitif [7]

a)      Pengetahuan, mengenai fakta, kejadian maupun perbuatan, urutan, klasifikasi, penggolongan, criteria metodologi.

b)      Pemahaman, mengenai terjemahan, tafsiran dan ekstrapolasi.

c)      Aplikasi atau penerapan, prinsip prinsip abstrak dalam situasi konkrit seperti studi kasus.

d)      Analisis, mengenai unsur-unsur, hubungan, prinsip-prinsip pengorganisasian.

e)      Sintesis, mengenai sesuatu yang menghasilkan hubunagn khas, rencana atau langkah-langkah tindakan, perangkat hubungan abstrak.

f)        Evaluasi, memberi pandangan dan penilaian berdasarkan bukti internal dan atau criteria eksternal.

Dalam keterangan lain juga dijelaskan tingkatan kecakapan kognitif mengenai hasil belajar, antara lain:[8]

a)      Informasi non-verbal, dipelajari dengan penginderaan terhadap objek-objek dan peristiwa-peristiwa secara langsung.

b)      Informasi fakta dan pengetahuan verbal, dipelajari dengan cara mendengarkan orang lain dan dengan cara membaca.

c)      Konsep dan prinsip, didapatkan setelah mendapatkan informasi tentang sebuah peristiwa yang kemudian mengasilkan sebuah konsep-konsep dan menjadi sebuah prinsip pemikiran, namun konsep tersebut dapat berubah sejalan dengan perkembangan sebuah pengalaman.

d)      Pemecahan masalah, berpikir produktif dan memecahkan masalah yang  dapat menghasilkan sesuatu yang baru, seperti: berusaha memperoleh pengertian yang tepat dengan mengadakan penyelidikan

  1. Bidang afektif

Ada beberapa tingkatan bidang afektif sebagai tujuan dan tipe hasil belajar, antara lain:[9]

a)      Receiving dan attending, yakni semacam kepekaan dalam menerima rangsangan (stimulasi) dari luar yang datang pada siswa, baik dalam bentuk masalah situasi maupun gejala. Dalam tipe ini termasuk kesadaran, keinginan untuk menerima stimulus, control dan seleksi gejala atau rangsangan dari luar.

b)      Responding atau jawaban, yakni reaksi yang diberikan seseorang terhadap stimulus yang datang dari luar. Dalam hal ini termasuk ketepatan reaksi, perasaan, kepuasan dalam menjawab stimulus dari luar yang datang kepada dirinya.

c)      Valuing (penilaian), yakni berkenan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus. Dalam evaluasi ini termasuk didalamnya kesediaan menerima nilai, latar belakang atau pengalaman untuk menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai tersebut.

d)      Organisasi, yakni pengembangan nilai ke dalam satu system organisasi, termasuk menemukan hubungan satu nilai dengan nilai lain dan kemantapan dalam prioritas nilai yang telah dimilikinya. Yang termasuk dalam organisasi adalah konsep tentang nilai, organisasi dari pada system nilai.

e)      Karakteristik nilai atau internalisasi nilai, yakni keterpaduan dari semua system nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Disini termasuk keseluruhan nilai dan karakteristiknya.

  1. Bidang psikomotor [10]

Dalam bidang psikomotor ini ada enam tipe hasil belajar, antara lain:

a)      Gerakan refleks atau keterampilan pada gerakan yang tidak sadar.

b)      Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar yang fundamental. Dan garis besarnya adalah:

(a)    Gerak lokomotor

(b)   Gerak non-lokomotor

(c)    Gerak manipulatif

c)      Kemampuan perceptual, yang termasuk didalamnya adalah:

(a)    Diskriminasi kinestetik

(b)   Diskriminasi visual

(c)    Diskriminasi auditoris

(d)   Diskriminasi taktil

(e)    Keterampilan perceptual yang terkoordinasi

d)      Kemampuan di bidang fisik, antara lain:

(a)    Ketahanan

(b)   Kekuatan

(c)    Keluwesan

(d)   Kelincahan

e)      Gerakan-gerakan skill, yakni keterampilan adaptif sederhana, keterampilan adaptif gabungan dan keterampilan adaptif yang kompleks.

f)        Kemampuan yang berkenaan dengan non-decursive (hubungan tanpa bahasa, melainkan melalui gerakan), seperti gerakan ekspresif, interpretative.

  1. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut ranah kognitif, afektif dan psikomotor.

Perubahan yang terjadi merupakan sebagai akibat dari kegiatan belajar yang telah dilakukan oleh individu. Perubahan tersebut adalah hasil yang telah dicapai dari proses belajar. Jadi untuk mendapatkan hasil belajar dalam bentuk “perubahan”, maka harus melalui sebuah proses tertentu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam diri individu dan dari luar individu.[11]

Noehi dan kawan-kawan (1993: 3) memberikan pandangan bahwa belajar bukan sebuah aktivitas yang berdiri sendiri. Antara unsur satu sama lain saling berkaitan dan terlibat langsung didalamnya. Unsur-unsur tersebut antara lain:[12]

  1. Raw input, merupakan bahan pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar mengajar.
  2. Learning teaching process, merupakan kegiatan yang mempunyai harapan mampu berubah menjadi keluaran.
  3. Output, keluaran dengan melalui kualifikasi tertentu.
  4. Environmental input, masukan dari lingkungan.
  5. Instrumental input, faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasi untuk menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki.

 

 

Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni:

  1. Faktor internal, yakni faktor yang timbul dari dalam diri siswa, seperti kesehatan, rasa aman, kemampuan, minat. Mengenai faktor internal ini terbagi menjadi dua bagian, yakni:

a)      Faktor fisiologi, antara lain: kondisi fisik dan kondisi panca indera.

b)      Faktor psikologi, antara lain: bakat, minat, kecerdasan, motivasi, kemampuan kognitif.[13]

Dalam keterangan lain juga menyebutkan beberapa faktor internal hasil belajar, yakni:[14]

a)      Kesehatan jasmani dan rohani

b)      Intelegensi dan bakat

c)      Minat dan motivasi

d)      Cara belajar

  1. Faktor eksternal, yakni faktor yang berasal dari luar diri siswa, seperti kebersihan rumah, udara yang panas, lingkungan. Berikut ini yang termasuk faktor eksternal antara lain:[15]

a)      Yang datang dari sekolah, antara lain: Interaksi antara guru dan siswa, cara penyajian materi, hubungan antar siswa, standar materi pelajaran diatas ukuran atau diluar kemampuan siswa, media pendidikan, kurikulum, keadaan gedung, waktu sekolah, pelaksanaan disiplin, metode belajar, tugas rumah.

b)      Yang datang dari masyarakat, antara lain: Mass media, teman bergaul, aktivitas diluar sekolah dan rumah, cara hidup lingkungan.

c)      Yang datang dari keluarga, antara lain: Cara mendidik, suasana keluarga, pengertian orangtua, keadaan ekonomi keluarga, latar belakang kebudayaan.

Dalam hal ini Caroll juga berpendapat bahwa hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh lima faktor, antara lain:[16]

a)      Bakat

b)      Waktu yang tersedia untuk belajar

c)      Waktu yang diperlukan siswa untuk menjelaskan pelajaran

d)      Kualitas pengajaran

e)      Kemampuan individu

mengenai banyak pemaparan dari keterangan diatas, penulis berkesimpulan bahwa faktor penting yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah bakat dalam diri, kualitas pengajaran dan perhatian keluarga.


[1] Hartono, Kamus Praktis Bahasa Indonesia, (Jakarta: Rineka Cipta, 1996), h.53

[2] Winkel, Psikologi Pengajaran, (Jakarta: Grafindo, 1991), h.100

[3] Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), h.21

[4] Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Raja Granfindo Persada, 1998), h.232

[5] Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 1995), h.45

[6] Mohamad Surya, Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran, (Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004), h.17

[7] S. Nasution, Kurikulum dan pengajaran, (…), h.66

[8] Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1995), h.138-145

[9] Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, op. cit., h.46

[10] S. Nasution, Kurikulum dan pengajaran, loc.cit., h. 72

[11] Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), h.141

[12] ibid., 142

[13] Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remadja Karya, 1985), h.107

[14] M. Dalyono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1997), h. 55

[15] Roestiyah, Masalah-masalah Ilmu Keguruan, (Jakarta: PT Bina Aksara, 1989), h.151-156

[16] Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, op.cit., h.40

8 Komentar (+add yours?)

  1. istyas fadylah
    Agu 30, 2010 @ 04:54:19

    maaf, maksudnya apa ya?

  2. dwi hartono
    Agu 21, 2010 @ 15:48:26

    buku yang sifatnya paraktis dan relevan dan yang dapat di akomodikasi

  3. istyas fadylah
    Agu 17, 2010 @ 05:29:06

    sama2 ^^

  4. ary
    Agu 12, 2010 @ 07:10:35

    makasih………….

  5. istyas fadylah
    Agu 04, 2010 @ 05:16:18

    hehehe…oia, lupa…..nyusul ajah wes

  6. Sugiarto
    Agu 04, 2010 @ 04:44:16

    Lha kok daftar pustakanya nggak dicantumkan ?

  7. randipopo
    Jul 27, 2010 @ 15:43:18

    jgn lupa mampir k blogq ya.. salam blog mania

  8. darmasia
    Jul 26, 2010 @ 06:12:01

    pak, kalau boleh tau referensi howard kingsley nama dan tahun bukunya apa ya pak? makasih ya pak atas bantuanya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: