MEDIA PENDIDIKAN

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantat pesan pengirim ke penerima pesan. (sumber: Arief S. Sadiman, et al., Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2006, h.6)
Association of Education and Communication Technology (AECT) di Amerika membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Sedangkan Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association atau NEA) berpendapat bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat didengar, dilihat dan dibaca. Apapun batasan yang diberikan, ada persamaan diantara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan ehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Dalam pengertian teknologi pendidikan, media tau bahan sebagai sumber belajar merupakan komponen dari system instruksional di samping pesan, orang, teknik latar dan peralatan. Media atau bahan adalah perangkat lunak (software) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mempergunakan peralatan. Peralatan atau perangkat keras (hardware) merupakan sarana untuk menampilkan pesan yang terkandung pada media tersebut (AECT, 1977). Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam khazanah pendidikan seperti ilmu cetak-mencetak, tingkah laku (behaviorisme), komunikasi dan laju perkembangan teknologi elektronik, media dalam perkembangannya tampil dalam berbagai jenis dan format (modul cetak, film, televisi, film bingkai, film rangkai, program radio, computer dan seterusnya) masing-masing dengan karakteristiknya sendiri.
Sedangkan pengertian dari media pendidikan adalah seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa. (sumber: Sudarwan Danim, Media Komunikasi Pendidikan, Pelayanan Profesional Pembelajaran dan Mutu Hasil Belajar : Proses Belajar Mengajar di Perguruan Tinggi, Jakarta : Bumi Aksara, 1994, h.7)
Bagi seorang pendidik, media pendidikan merupakan alat bantu utama untuk menunjang keberhasilan mengajar dan memperkembangkan metode-metode yang dipakainya dengan memanfaatkan daya guna media pendidikan. Sedangkan bagi anak didik, media pendidikan dipandang sebagai suatu kebutuhan untuk meningkatkan pengetian dan pemahamannya dalam menghayati materi pelajaran untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan.
 Landasan Teori Media Pendidikan
 Ciri-ciri Media Pendidikan
 Fungsi dan Manfaat Media Pendidikan
Ada beberapa fungsi media pendidikan, diantaranya:
a) Fungsi edukatif, artinya dengan media pendidikan pengaruh-pengaruh yang bersifat mendidik dapat dilancarkan lebih efektif. Terkandung nilai-nilai pendidikan didalamnya yang harus dimanfaatkan pendidik. Dan pengaruh demikian itu berguna baik untuk diri anak didik maupun untuk masyarakat.
b) Fungsi social, artinya melalui media pendidikan anak didik memperoleh kesempatan untuk memperkembangkan dan memperluas pergaulan antara anak didik itu sendiri dengan masyarakat serta alam sekitarnya.
c) Fungsi ekonomis, artinya berkat kemajuan teknologi, satu macam alat pelajaran saja sudah dapat menjangkau pemerataan kesempatan beroleh pengajaran atau dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan alat itu dapat dipergunakan sepanjang waktu atau secara terus-menerus. Disamping itu juga mengurangi tenaga manusia sehingga untuk esjumlah anak didik yang cukup besar dan bertebaran di berbagai tempat cukup diberikan seorang guru (pengajaran melalui media elektronik) atau bahkan tanpa guru sekalipun.
d) Fungsi politis, artinya dapat dipakai “penguasa pendidikan” untuk menyatukan “pandangan” pengajaran, sehingga antara pusat, daerah, sampai ke lembaga-lembaga pendidikan tidak terdapat perbedaan atau penyimpangan-penyimpangan yang berarti dalam pelaksanaan pengajaran. Hal itu dapat dicapai dengan penggunaan alat-alat pelajaran yang sama dan sejalan dengan pandangan penguasa.
e) Fungsi seni dan budaya, artinya melalui media pendidikan anak didik dapat menangkap dan mengenal bermacam-macam hasil seni budaya manusia. Bukan saja anak didik dapat menikmatinya dengan mengenal nilai-nilai budaya manusia yang semakin maju dan berkembang, melainkan juga dorongan anak didik untuk menciptakan dan menyesuaikan dirinya dengan berbagai perubahan yang amat cepat datangnya karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(Zakiah Daradjat, et al., Metode Khusus : Pengajaran Agama Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 2004, h.228-229)
Donald P. Ely (1979) mengemukakan beberapa manfaat media teknologi pendidikan, yaitu : meningkatkan produktivitas pendidikan, memberikan kemungkinan kegiatan pengajaran bersifat individual, memberi dasar yang lebih dinamis terhadap pendidikan, pengajaran yang lebih mantap, memungkinkan belajar secara seketika dan penyajian pendidikan lebih luas. Adapun lebih rincinya menurut Ely (1979) adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan mutu pendidikan dengan jalan mempercepat “rate of learning”, membantu pendidik untuk menggunakan waktu belajar secara lebih baik, mengurangi beban pendidik dalam menyajikan informasi, aktivitas pendidik lebih banyak diarahkan untuk meningkatkan kegairahan anak.
b. Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan memperkecil atau mengurangi control pendidik yang tradisional dan kaku, memberikan kesempatan luas kepada anak untuk berkembang menurut kemampuannya, meungkinkan mereka belajar menurut cara yang dikehendaki.
c. Memberikan dasar pengajaran yang lebih ilmiah dengan jalan menyajikan atau merencanakan program pengajaran secara logis dan sistematis, mengembangkan kegiatan pengajaran melalui penelitian, baik sebagai pelengkap maupun terapan.
d. Pengajaran dapat dilakukan secara mantap dikarenakan meningkatnya kemampuan manusia sejalan dengan pemanfaatan media komunikasi, informasi dan data dapat disajikan lebih konkret dan rasional.
e. Memberikan penyajian pendidikan lebih luas, terutama melalui media massa, dengan jalan memanfaatkan secara bersama dan lebih luas peristiwa-peristiwa langka, menyajikan informasi yang tidak terlalu menekankan batas ruang dan waktu.
f. Meningkatkan terwujudnya “immediacy of learning” karena media teknologi dapat menghilangkan atau mengurangi jurang pemidah antara kenyataan di luar kelas dengan kenyataan yang ada di dalam kelas, memberikan pengetahuan langsung.
(Sudarwan Danim, Media Komunikasi Pendidikan, Pelayanan Profesional Pembelajaran dan Mutu Hasil Belajar: Proses Belajar Mengajar di Perguruan Tinggi, op.cit., h.12-13)

1 Komentar (+add yours?)

  1. nafil
    Feb 10, 2011 @ 07:16:24

    matur nuwun atas catatannya.!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: